Minggu, 09 Mei 2010

Kegagalan... Jendela Kesuksesan

Pada kebanyakan orang, makna kegagalan begitu buruk bahkan bisa menjadi momok penghancur harapan. Kita harus yakin, setiap situasi apapun pasti ada faktor keberuntungan. Termasuk ketika kita sedang mengalami kegagalan.

Yang menjadi alasan mengapa orang tidak menikmati kegagalan adalah tertundanya waktu mereka untuk mencapai apa yang diinginkan/dicita-citakan. Sebagian orang mengisi kegagalan dengan keterpurukan, kesedihan atau yang lebih parah menyalahkan dirinya sendiri sebagai pemicu/penyebab adanya kegagalan tersebut. Tidaklah patut untuk ditiru.

Tetapi, ada sebagian orang mengisi kegagalannya sebagai ajang introspeksi diri, mencoba lebih baik lagi untuk kedepannya dengan pengalaman kegagalan yang pernah dirasai. Dan yang paling hebat, mereka bisa menjadikan situasi ini sebagai penyemangat dalam melanjutkan perjalanan menuju cita-cita, bukan sebagai pemutus asa. Itulah pola orang sukses.

Tidak ada orang sukses yang tidak mengalami kegagalan. Berarti kegagalan merupakan jendela kesuksesan. Disaat semua pintu tertutup, janganlah dulu untuk berdiam diri, menyerah dan terpuruk. Lihatlah, masih ada jendela yang bisa mengeluarkan kita dari sana.

Kesimpulannya, kegagalan bukanlah penghenti cita-cita, pemutus asa dan penghancur mimpi. Jika kita bersikap terbuka, bisa jadi kita malah bersyukur karena mengalami kegagalan. Ingat, tidak ada orang sukses yang tidak mengalami kegagalan dan ingatlah pula jika Allah SWT selalu bersama kita
Read More..

Selasa, 04 Mei 2010

Sampah Harus Musnah

Tiada hari tanpa bertemu dengan sampah…
Hal yang cukup meyakinkan dan aneh. Meyakinkan kepada kita kalau sampah memang selalu ada di sekitar kita dan aneh karena kita tidak pernah merasa tergangu dengan adanya sampah yang “berjodoh” dengan kita.
Banyaknya sampah merupakan masalah kita semua. Setiap hari, pasti tiap individu menyumbangkan sampah untuk bumi. Bayangkan jika hal ini dihitung secara matematika, berapa sampah yang ada di bumi dalam 1 hari jika 1 orang menyumbang 1 sampah? Perhitungan ini masih merupakan nilai minimal karena yang saya rasakan, tiap individu dapat menyumbang lebih dari 1 sampah. Semestinya kita sadar akan hal ini.
Mungkin masalah ini tidak dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat. Misalnya saja masalah kemasan makanan. Ketika kita mengambil makanannya, secara otomatis kemasan makanan tersebut tidak dibutuhkan lagi dan akhirnya kita buang sehingga menjadi sampah. Dari sinilah kita harus berpikir mencari pengganti kemasan makanan yang bukan hanya sekedar tempat makanan sementara dan berakhir menjadi sampah tetapi dapat menambah nilai guna kemasan tersebut.
Berbagai upaya bisa dilakukan untuk meminimalisir adanya sampah. Salah satunya kita bisa menggunakan wadah makanan yang bersifat permanen agar mengurangi penggunaan plastik yang ujung-ujungnya plastik itu akan menjadi sampah. Tidak hanya meminimalisir, tindakan yang bisa kita lakukan adalah mengatasi dengan benar sampah yang terlanjur banyak dengan cara daur ulang. Ini merupakan hal yang menguntungkan kita secara materi.
Seharusnya, para produsen jeli melihat peluang yang begitu menguntungkan dari daur ulang sampah. Hanya dengan modal sampah yang tidak begitu langka dan kreativitas, mereka bisa mendapatkan rupiah. Selain itu, secara tidak langsung mereka turut melestarikan lingkungan.
Mari kita berbagi tugas untuk masalah sampah ini. Bagi Anda yang terlalu sibuk dengan urusan Anda, saya sarankan untuk meminimalisir sampah. Tetapi, bagi Anda yang memiliki kreativitas dan ingin berbisnis, daur ulang sampah merupakan hal yang cocok. Semua pilihan tidak ada yang rugi untuk dipilih. Anda akan merasakan efek dari apa yang Anda pilih dan tentunya semua pilihan mengajak kita untuk menjaga bumi, alam, dan lingkungan sekitar kita.
Read More..

Karena Manusia...

Mengapa hutan menjadi gundul? Karena manusia…
Mengapa sungai menjadi kotor dan tercemar? Karena manusia…
Mengapa biota laut menjadi terancam? Karena manusia…
Mengapa bumi menjadi panas? Karena manusia…
Mengapa musim hujan menjadi suatu keresahan? Karena manusia…
Mengapa sekarang begitu banyak bencana? Karena manusia…
Mengapa sampah menjadi bergunung-gunung? Karena manusia…

Bumi merupakan anugerah Tuhan yang diberikan untuk hunian seluruh umat. Di dalamnya terdapat semua hal yang kita butuhkan untuk menjalani kehidupan. Salah satunya fasilitas vital kita di bumi yaitu alam. Dan kita, sebagai manusia mempunyai amanat yang bukan main seriusnya. Ya… sebagai khalifah di muka bumi. Apakah kita sanggup untuk hal itu?
Sekarang lihatlah hunian kita. Semua yang terjadi mengisyaratkan jika kita sudah lupa akan amanat yang sudah dititipkan-Nya. Kita memakai semua fasilitas yang ada di bumi tanpa memikirkan efek kedepannya, mengeksploitasi alam, dan bahkan sesuatu yang tidak wajar kita lakukan sebagai makhluk yang berakal yaitu mengotori hunian kita sendiri. Termasuk saya.
Alam, sebagai fasilitas vital yang ada di bumi pun sekarang tidak bisa lagi sabar menghadapi semua tindakan kita. Sebenarnya alam hanya ingin kita sadar atas apa yang telah kita lakukan. Tetapi sudah berulangkali alam mengingatkan kita, berulang kali juga kita menghiraukan peringatannya. Mungkin alam akan terus seperti ini jika kita hanya bicara tentang semua yang terjadi tanpa melakukan perubahan ke arah positif.
Perlunya kesadaran diri tiap-tiap individu untuk melakukan inovasi, untuk menjaga bumi, untuk mengemban amanat Sang Pencipta merupakan hal yang paling utama dalam memperbaiki semua kesalahan yang kita lakukan terhadap alam dan bumi.
Dan ingat, 
Karena manusia… bumi bisa menjadi hijau
Karena manusia… hutan bisa menjadi lebat
Karena manusia… sampah bisa bermanfaat
Karena manusia… semuanya bisa berubah
Read More..