Beredarnya isu global warming di seluruh penjuru dunia membuat kita mengetahui betul apa saja yang menjadi penyebab ini semua terjadi. Memang, ini semua tidak lepas dari kelakuan kita yang terkesan banyak keinginan tanpa dibarengi dengan upaya penggantian dan ketidakpedulian kita terhadap alam dengan semua kelakuan kita yang secara tidak langsung dapat mengancam alam.
Dalam upaya memperbaiki alam dengan adanya isu global warming, banyak sekali hal-hal yang menjurus ke ramah lingkungan. Seperti yang kita tahu, banyak produk-produk yang diubah untuk sejalan dengan ramah lingkungan seperti AC tanpa gas Freon yang dianggap dapat merusak lapisan ozon. Tidak hanya itu, banyak organisasi-organisasi atau bahkan pemerintah menyerukan ramah lingkungan seperti terciptanya program “one man one tree”. Kembali ke alam memang hal yang paling bijak yang dapat mengurangi efek global warming.
Salah satu cara untuk mensukseskan program ramah lingkungan adalah dengan menggunakan bahan baku kayu. Dari bahannya saja ini sudah dapat dikatakan “bersahabat” dengan alam. Sebagian orang mungkin akan menyanggah ide ini dikarenakan kayu sendiri berasal dari pohon sedangkan ketika kebutuhan akan pohon meningkat, ini bisa saja membuat hutan semakin semakin gundul dan ya.. justru malah memperburuk keadaan.
Tetapi ide ini justru tidak akan memperburuk keadaan jika kita tepat dalam bertindak. Untuk mendapatkan pohonnya sendiri, kita bisa melakukan sistem “tebang pilih” di mana kita memilih pohon yang sudah tua. Tentunya penebangan pohon harus disertai juga dengan penanaman kembali (reboisasi). Ada juga cara lain yang dianggap lebih inovatif yaitu menjadikan pohon sebagai tren.
Jika pohon menjadi sebuah tren, bukan tidak mungin kalau para produsen melirik ini sebagai keuntungan. Mereka akan berusaha memperoleh pohon sebanyak-banyaknya. Tanpa dibarengi dengan reboisasi, ini tidak akan mungkin bisa sehingga para produsen mau tidak mau harus menanam pohon demi tercapainya keuntungan yang melimpah.
Adapun bagi kita sebagai konsumen, ini tidak akan merugikan sama sekali dengan mengganti peralatan rumah kita dengan yang berbahan kayu. Bandingkan saja dengan peralatan yang terbuat dari plastik. Plastik membutuhkan waktu beratus-ratus tahun lamanya untuk bisa terurai dan jika plastik terbakar, ini bisa menimbulkan asap racun yang membahayakan kesehatan. Sedangkan kayu, penggunaanya lebih aman tidak peduli kayu itu sudah menjadi sampah dan tidak terpakai lagi.
Mulailah dengan sesuatu yang sederhana. Ingatlah selalu paham alam , tidak perlu berharap perubahan datang dengan secepatnya. Perlahan tapi pasti perbuatan kita akan mengubah alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar