Sabtu, 04 Desember 2010

Pikiran Rancu

Rasa suka kepada lawan jenis itu manusiawi. Bahkan katanya kita perlu bersyukur sudah dianugerahkan rasa itu. Kalau saya, sudah tidak usah ditanya apakah saya pernah suka kepada seseorang. Banyak laki-laki yang membuat mata saya susah berkedip. Ketika mengalaminya, saya jadi suka menghayal. Ditambah karena saya suka lagu-lagu Yovie and Nuno, sepertinya mendukung sekali untuk meneruskan khayalan itu.

Sempet ngiri juga kepada mereka yang mempunyai pacar. Sebagai perempuan, wajarlah jika saya kadang merasa seperti itu karena kan perempuan identik dengan kebutuhannya untuk diperhatikan laki-laki. Sebenarnya jika saya bulat untuk pacaran, masalah siapa laki-lakinya itu urusan gampang. Tapi ya karena saya penuh pertimbangan, jadi semuanya tidak jadi.

Tidak mau pacaran bukanlah tuntutan kerudung atau jabatan tapi lebih karena ke-ilfeel-an saya pada hubungan pacaran itu sendiri. Terlalu berlebihan jika setiap saat saya harus disuguhkan pertanyaan yang tidak bermutu. Lagi apa? Udah makan? apalagi jika pertanyaan itu memakai iming-iming seperti “sayang”. Dan kadang dalam pacaran, kemungkinan untuk mengeluh satu sama lain besar. Saya tidak suka orang yang selalu mengeluh walaupun itu berupa smiley grafik.

Khawatir jika nantinya susah untuk bertemu jodoh bukanlah pertanyaan prioritas saya dalam menjalani hari esok. Untuk sekarang, saya biarkan laki-laki yang saya sukai berada meracuni otak saya tapi tidak untuk meracuni hati saya dan juga tidak untuk membuat kewajiban saya (pelajar) menjadi terbengkalai.

Itulah pandangan saya. Beda orang, beda persepsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar