Kamis, 16 September 2010

Inspiration for My Life

Semua orang tau kalau sosok ibu amatlah mulia. Saking mulianya, ada istilah surga di telapak kaki ibu. Awalnya saya aneh adakah surga di kaki mamah saya? Tapi mungkin istilah itu mencerminkan kalau kita ingin masuk surga, harus taat kepada ibu.

Alhamdulillah, sampai saat ini saya masih bisa merasakan sosok seorang ibu (yang biasa saya panggil mamah). Banyak kebanggaan saya tercurah pada mamah. Secara formal, mamah seorang kepsek+guru TK tapi kalau di rumah, profesi mamah bertambah jadi koki, guru segala ilmu, konsultan, komplit walaupun tanpa gaji. Jika saya membayangkan apakah saya sanggup jadi seorang ibu atau jangan jauh dulu, menggantikan kewajiban mamah terhadap kami anak-anaknya, saya tidak akan sanggup. Tapi bagaimanapun juga saya harus belajar hal ini karena kelak saya akan hidup mandiri.

Tidak perlu disebutkan detail jasa mamah kepada saya. Sampai sekarang saya bisa seperti ini, tidak lepas dari sosok mamah yang mengajarkan banyak hal. Pernah saya marah pada mamah tapi mamah selalu punya cara untuk membuat saya kembali senyum dengan rayuan guru TK yang mamah kuasai. Ya, hal yang menurut saya susah untuk dimaafkan tapi mamah bisa memutarbalikan itu.

Kadang, saya membandingkan mamah saya dengan orang lain. Saya iri dengan ibu-ibu lain yang begitu hi-tech, gaul, dan terutama mereka bisa membuat kue. Semua itu tidak ada pada sosok mamah saya. Malah mamah orangnya bawel dan sangar, maksudnya kalau beliau marah, marahnya bisa menjalar ke semua orang. Bahkan ketika beliau ngomong saja suaranya menggelegar, haha…

Tapi, justru yang seperti itulah yang membuat saya tambah sayang kepada mamah. Lama kelamaan, saya sadari jika semua kekurangan mamah merupakan hal yang manusiawi, wajar serta dapat menjadi keunikan tersendiri dari sosok mamah. Bahkan bisa jadi itulah kelebihan mamah dibanding dengan mamah-mamah lainnya yang ada di dunia. Mungkin keluhan tadi hanya berlaku sesaat dan di bibir saja.

Satu hal yang dapat saya pahami dari mamah bahwa di dunia ini tidak ada yang kurang. Boleh saja kita melihat itu sebagai kekurangan tapi dari segi pandang lain kita bisa menggangap itu sebaga kelebihan. Seperti Gery Chocolatos, kita boleh merasa kurang akan porsinya tapi ketika kita santap, kita akan merasakan kelebihan dari coklatnya yang penuh tidak ada bolongnya. Tuhan sudah memberikan semua ini untuk makhluk-Nya. Tidak pantaslah jika kita sombong akan kelebihan dan mengeluh atas kekurangan.

Jadi, dalam keadaan apapun sepatutnyalah kita harus bersyukur akan kehadiran ibu dalam hidup kita dan jangan pernah menganggap kita tidak beruntung mempunyai ibu yang kita miliki sekarang.

Terakhir untuk mamah, terima kasih karena selama ini telah mengisi kehidupan dunia saya dan telah menjadi inspirasi bagi saya.

2 komentar: